Yogyakarta · Alternative Rock · Sejak 2015
Kisah tentang harapan, kehilangan, dan semua yang ada di antaranya — dirangkai lewat rock alternatif yang emosional dan atmosferik.
Tentang Diandras
DIANDRAS adalah band alternative rock asal Yogyakarta yang dibentuk pada tahun 2015. Menghadirkan musik yang lahir dari keresahan, harapan, kehilangan, serta berbagai cerita yang akrab dengan perjalanan hidup banyak orang.
Sejak merilis single perdana "Diandra" pada 2017, DIANDRAS terus mengembangkan karakter musikalnya melalui EP Imajinarium (2019) dan sederet karya seperti Ananiah, Kita Sama, Dunia Kita, Langkah, Titik Jenuh, In My Dream, Fenomena Romansa, hingga Salah Bertaruh yang dirilis pada 26 Juni 2026.
Setelah sempat vakum, DIANDRAS kembali dengan semangat baru dan arah artistik yang lebih matang. Tidak hanya berfokus pada musik, setiap karya juga dibangun melalui narasi, visual, dan cerita yang saling melengkapi. Bagi DIANDRAS, sebuah lagu bukan sekadar rangkaian melodi, melainkan ruang bagi pendengar untuk menemukan makna berdasarkan pengalaman mereka masing-masing.
With a blend of alternative rock elements, an emotional atmosphere, and reflective lyrics, DIANDRAS believes that not every story needs to be laid bare. Some are best just listened to, felt, and allowed to find their own resonance.
Tentunya kami berharap, lagu-lagu diandras dapat menemukan pelabuhan pendengarnya. — Raga Pratama, vokalis Diandras
Diskografi
Eksplorasi Karya
"Salah Bertaruh" menandai babak artistik baru bagi Diandras setelah masa hiatusnya. Lagu ini membawa kembali energi melankolis rock alternatif dengan balutan aransemen yang lebih megah, dewasa, dan emosional.
Secara narasi, lagu ini menggambarkan pertaruhan emosional seseorang dalam lingkaran ketidakpastian rasa—sebuah keputusan rapuh yang akhirnya menuntun pada kehilangan besar, namun sekaligus menyisakan ruang penerimaan yang jujur.
Dirilis pada tahun 2022, "Fenomena Romansa" adalah eksplorasi Diandras menangkap pasang surut emosi dalam hubungan modern. Ketukan mid-tempo berpadu dengan riff gitar berlapis menciptakan nuansa atmosferik yang tebal.
Lagu ini menelisik fenomena di mana romantisasi sering kali berujung kabur, menyisakan bias antara ekspektasi personal dan realitas pahit yang harus dihadapi bersama.
Sebuah nomor reflektif yang menangkap kondisi psikologis saat berada di ambang kepasrahan total. Ditulis di masa-masa sulit penuh tekanan, lagu ini mengalir dengan dinamika aransemen yang perlahan menanjak klimaks.
Melalui liriknya, Diandras mencoba memvalidasi rasa lelah yang kerap dialami manusia tanpa harus terdengar menggurui—sebuah ruang katarsis sederhana di titik paling nadir.
Formasi

Vokal, Gitar
Raga Pratama

Gitar
Reza Zulfikar

Bass
Azka Adiba

Drum
Ihsan Sayuti
Galeri














Galeri lengkap juga bisa dilihat di Linktree — linktr.ee/diandras
Terhubung